Senin, 10 Januari 2011

Dendamku Kepada Tukang Sayur Keliling

Kejadian ini dimulai saat gue mendapatkan hadiah berupa sepeda baru, dan gue sengaja keliling kampung buat pamerin sepeda baru gue (padahal gue juga baru belajar goes sepeda) perjalan keliling gue berjalan dengan lancar, tapi (ada tapinya nih) gue dipertemukan dengan tukang sayur keliling di pertigaan, dan pas banget jalanannya itu kecil, sempit, sisi kanan dan kiri dari jalan tersebut adalah got hitam yang sudah tercemar dengan sampah, lalu tukang sayur itu menghalangi perjalanan gue, tapi mau nggak mau gue harus ngelewatin jalan yang dihalangin tukang sayur itu, dan pada saat itu pun gue panik, Gue tanpa pikir panjang langsung gue banting tuh stang sepeda gue ke kanan, dan di kanan gue ada air berwarna hitam, bau, dekil (kita sebut aja got), got ini baunya bagaikan kolaborasi antara kotoran manusia atau bisa kita sebut aja “The Power Of Yellow” dan air yang keluar dari manusia atau kita sebut lagi “Water Of Yellow” wah... Nggak bakal kebayang deh kalo terkena air dari got itu. Setelah gue banting stang sepeda ke kanan dan disinilah terjadi suatu kejadian yang nggak akan gue lupain dari sepeda baru gue, dan kejadian tersebut diawali dengan suara indah nan merdu, BYUUUURRR... (kira-kira gitu suaranya) dan nggak disangka gue nyemplung, jatoh, tenggelem, berenang, dan sesak napas di got itu lalu ditemani oleh The Power Of Yellow, Water Of Yellow, dan sampah dari masyarakat sekitar yang nggak tau adat manusiawi.

Gue nangis sekenceng-kencengnya (maklum masih kelas 2 SD) dan bayi pun bantuin suara tangisan gue yang bisa mengguncang daerah setempat dengan kekuatan 1 skala rikter. Di tempat kejadian perkara, gue pun ditolongin oleh warga yang (mungkin masih) peduli sama gue, lalu gue pun langsung melarikan diri ke rumah dengan keadaan nangis, basah kuyup, bau, dan celana kedodoran hingga kolor gue bergambar lambang Superman pun keliatan, dan gue lari tanpa menghiraukan sepeda baru gue yang nyemplung ke got juga, semoga aja ada Peri/Malaikat yang membantu meringankan beban gue ini dan bisa membuat gue tersenyum lagi :D, biar gue nggak sengsara gini terus bagaikan ratapan anak teri, dan sampai saat ini gue masih dendam sama tuh tukang sayur keliling.

Setelah tukang sayur bikin gue kecebur setengah hidup, tukang sayur itu malah nggak mau tanggung jawab atas kesalahannya yang udah menjatuhkan anak unyu (menurut pembantu gue) ke got  berserta sepeda barunya, wah... Si tukang sayur itu ternyata mau nantang tempur layaknya anak SD, yang lebih parah lagi dia malah ketawa ngakak ngeliat anak super unyu kecebur di got sambil mangap - mangap dan kelelep, udah kaya ikan lele keselek obat masuk angin. Kemudian dia langsung pergi gitu aja dari lokasi dimana anak unyu tersebut (yaitu gue) kecebur tanpa bilang minta maaf ke gue, liat aja kalo ketemu lagi, gue pengen balas dendam yang lebih parah dari yang gue alami, seperti bakar gerobaknya atau bocorin bannya, atau yang paling nekat yaitu BAKAR RUMAHNYA, wahhh... Bisa berabe kalo bakar home sweet home-nya si tukang sayur, kemungkinan gue bisa masuk tipi, dan masuk dalam acara Breaking News dengan judul berita “seorang anak 2 SD nekat membakar rumah si tukang sayur hanya karena ingin balas dendam” wahhh... Bisa-bisa gue nggak jadi unyu lagi dong #NangisDipojokan, lalu muka gue di jadikan poster WANTED di tiang listrik di daerah Jabodetabeknet (Jakarta – Bogor – Depok – Tangerang – Bekasi – Planet) dan gue berakhir masuk penjara bersama pembakar rumah lovers regional Jabodetabeknet. Mungkin sekarang ini, gue tinggal pilih diantara 2 pilihan, yaitu:

1.         Nggak bales dendam tapi nggak masuk tipi
                              Atau
2.         Bales dendam tapi masuk penjara dan masuk tipi

Tapi kan gue pengen masuk tipi tapi nggak masuk penjara? (ngarep), apa tipi rumah gue pecahin terus gue masuk ke tipi itu (ok ini lelucon garing).

Yaudah mau nggak mau gue pilih opsi 1, yaitu nggak bales dendam tapi nggak masuk tipi, karena gue juga kasihan sama tukang sayur itu, yang jualan dari pagi sampai siang, gue nggak tega. T_T (loh? kenapa gue jadi nangis?)

0 komentar:

 
;